KEDUA TANGAN TIDAK AKAN BISA MENUTUP MULUT ORANG-ORANG YANG MEMBENCI, MAKA CUKUPLAH GUNAKAN KEDUA TANGAN UNTUK MENUTUP TELINGA DARI SEMUA PEMBICARAAN BURUK TENTANG KITA.
KEDUA TANGAN TIDAK AKAN BISA MENUTUP MULUT ORANG-ORANG YANG MEMBENCI, MAKA CUKUPLAH GUNAKAN KEDUA TANGAN UNTUK MENUTUP TELINGA DARI SEMUA PEMBICARAAN BURUK TENTANG KITA.
Kritik yang membangun dari orang lain masih bisa kita terima, namun hal tersebut sudah jarang menemukan konteksnya di zaman sekarang. Sekali salah bertindak, seribu mulut berkomentar.
Bagi orang yang membenci, sikap kita tak akan pernah terlihat baik di mata mereka. Segala rumor buruk yang masih samar selalu di jadikan berita antar telinga, sekalipun fakta kebenaran ada di depan mata.
Manusia hari ini lebih senang mengomentari dan membicarakan sesamanya. Semua citra, image buruk, dan aib tentang kita kan keluar dari mulut mereka, bukan hanya orang yang dekat dengan kita, juga orang yang jauh dari pandangan kita.
Tetapi jangan di ambil ke dalam hati, anggap saja orang-orang yang membicarakan buruk tentang kita sedang membagi amalnya kepada kita. Seperti Nabi SAW pernah menceritakan kondisi orang muflis (bangkrut).
أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
“Tahukah kalian siapa muflis (orang yang bangkrut) itu?”
Para sahabat menjawab, ”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai uang maupun harta benda.”
Kemudian Nabi ﷺ menjelaskan,
“Muflis (orang yang bangkrut) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim 6744 & Ahmad 8029).
Dari cerita kita ambil hikmahnya, biarlah orang lain berbicara buruk tentang kita karena jika pembicaraan itu tak sesuai dengan keadaan sebenarnya, secara tidak langsung kita telah mendapatkan pahala dari orang yang membicarakan buruk tentang kita. Anggap saja segala pembicaraan buruk dari orang lain angin lalu, karena kita hanya memiliki dua tangan yang tentunya tak akan mampu menutup mulut orang-orang yang membenci, maka cukuplah kita menutup telinga dengan kedua tangan dari segala pembicaraan buruk tentang kita.
Comments
Post a Comment